Saturday, September 18, 2010

Alquran Dibakar tapi Tuhan Cuek Bebek

Tidak hanya anda yang kaget membaca judul tulisan ini. Tapi saya sendiri juga. Dan tulisan ini adalah lanjutan dari wawancara saya dengan seorang blogger sesat pada 5 jam yang lalu: Alquran Dibakar? Syukur!


Karena tidak berani mengulas bagian ini, maka saya langsung saja menuliskan petikannya:

Saya:
Itu pernyataan anda kok menggemparkan sekali?

Blogger sesat:
Apanya yang menggemparkan?

Saya:
Masak Tuhan anda katakan lepas tangan. Padahal Alquran itu wahyu Dia. Dan Dia sudah nyatakan dalam Alquran akan selalu melindunginya….

Blogger sesat:
Yah itu betul. Tapi apa yang anda lihat hari ini? Apakah kedua pendeta di Amerika itu terhalang membakar Alquran?

Saya:
Hmm …… Iya ya …
Gimana ya?

Blogger sesat:
Itu tandanya anda hanya membaca yang tersurat. Baik terhadap judul ini. Maupun isi Alquran tentang perlindungan Tuhan terhadap Alquran itu sendiri ….

Saya:
Jadi bagaimana saya bisa memahaminya?
O ya! Saya baru ingat. Maksud anda Tuhan akan membiarkan saja manusia merusak Islam. Begitu?

Blogger sesat:
Kenyataannya apa yang anda lihat?

Saya:
Ya …. Sepertinya tetap jalan ya. Yang mau bakar tetap bisa. Yang mau membunuh umat Islam juga bisa. Tapi Tuhan kok tidak marah ya kitab sucinya dibakar manusia?

Blogger sesat:
Anda pikir Tuhan pemarah seperti anda. Dia mudah tersinggung? Muda terbakar emosi seperti teman-teman anda yang berteriak-teriak Allahu Akbar, sambil mengamuk di mana-mana gara-gara Alquran dibakar? Itu juga suatu bukti anda mengecilkan Tuhan.

Saya:
Waduh! … Mengecilkan Tuhan? Maksudnya gimana ya?

Blogger sesat:
Tapi anda teriak Allah Maha Besar. Allah Maha Penyabar. Allah Maha Kuasa. Allah Maha Suci. … dan seterusnya. Tapi imajinasi anda membayangkan Tuhan akan marah kalau Alquran dibakar. Berarti Tuhan mudah tersinggung. Lalu Dia emosi. Kalau Dia mudah tersinggung dan emosi itu berarti Dia tidak berjiwa besar. Dan itu tidak mungkin. Karena itu hanya sifat manusia. Kan sama artinya anda mengecilkan Tuhan?

Saya:
Jadi saya harus gimana?

Blogger sesat:
Ya tahu dirilah. Tidak usah anda arogan. Sok jadi pahlawan Tuhan. Prilaku anda sehari-hari saja tidak beres. Ibadah centang prenang. Kalau soal akhlak? Wah …. Anda introspeksilah. Anda berjudi iya, mabuk iya, zina iya, maling iya, dan sejenisnya. Tapi giliran Alquran dibakar, anda mengamuk. Kata anda jihad. Membela agama Tuhan.

Apa anda tidak malu?

Saya:
Kenapa harus malu. Toh sebagai umat Islam kita kan disuruh membela agama. Membakar Alquran kan sama artinya menghina Nabi dan Tuhan.

Blogger sesat:
Hahaha…!

Saya:
Lho kok anda tertawa?

Blogger sesat:
Anda sering demo ya? Sering berteriak-teriak di jalan waktu kampanye …..

Saya:
(terdiam …..)

Blogger sesat:
Tuhan itu tidak butuh pembelaan anda. Apalah artinya Alquran di mata Tuhan. Tak ada yang berarti bagi Dia. Seisi alam ini hanya bagai sebutir debu dalam kebesarannya. Jadi mau dibakar Alquran, mau dibakar bumi sekalipun, dan apa saja yang bisa anda lakukan, Dia akan tetap menjadi Tuhan. Dia Maha Besar.

Jangankan Alquran, anda bumi hanguskan pun semua kitab suci yang ada di muka bumi ini, Dia tetap juga Tuhan. Dia tidak butuh apa-apa. Dia tidak perlu anda besarkan karena Dia sudah besar. Dia tidak perlu anda bela karena Dia sudah berkuasa. Dia sudah cukup dengan diriNya sendiri.

Andalah yang membutuhkan Dia.

Jadi apa yang anda banggakan dengan berteriak-teriak, dengan mengamuk ke sana ke mari mendengar berita ada 2 pendeta di Amerika membakar Alquran? Agama juga tidak akan bisa anda bela dengan cara seperti itu. Itu hanya slogan. Hanya yel yel seperti kampanye. Islam itu bukan slogan. Tapi penubuhan nilai-nilai dalam sikap dan prilaku hidup anda. Anda tahu orang bisu tidak bisa baca Alquran, tapi dia tetap punya nilai di mata Tuhan. Mungkin saja lebih mulia dari anda.

Jadi yang dilindungi Tuhan bukan kertas yang dicetak tebal itu (Alquran dalam bentuk buku). Tapi adalah jiwa Alquran itu. Adalah firmanNya. Dan anda jangan mengira bahwa firman Tuhan hanya itu. Itu hanya bagai setetes tinta di air laut. Seisi alam ini adalah firmanNya. Adalah ayat-ayat Dia yang tersembunyi dalam alam. Dalam kehidupan.

Nah siapa yang bisa membakar semua itu?
Seribu Alquran pun dibakar tidak akan memusnahkan setitik pun dari firmanNya. Yang terbakar itu hanyalah kertas.

Dan Tuhan yang Maha Besar itu tidak tersinggung dengan prilaku kekanak-kanakan seperti itu. Baik yang membakar maupun yang berteriak Allahu Akbar seperti anda.

Dan Dia hanya tersenyum ….

Jadi marilah kita merasa malu. Merasa hina.
Bukan merasa suci.

Bagaimana menurut anda?

Saya:
(zzzzztt……zzztttttt………)


Read more: Alquran Dibakar tapi Tuhan Cuek Bebek - blogernas http://www.blogernas.co.cc/2010/09/alquran-dibakar-tuhan-lepas-tangan.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+Blogernas+%28blogernas%29#ixzz0zwQliGoC

Alquran Dibakar? Syukur!

Saya maklum jika anda benar-benar kaget membaca judul tulisan ini. Tapi saya sendiri juga maklum. Karena yang menulisnya adalah seorang blogger gila yang sudah sesat. Bahkan pada sholat id kemaren dia juga sempat memberi kotbah yang meresahkan semua mahasiswa yang hadir di Stadion Universitas Blogernas: Kotbah Lebaran yang Menyesatkan!


Memang aneh.
Disaat jutaan umat Islam merasa terbakar dan marah atas aksi pembakaran Alquran oleh 2 orang pendeta di Amerika, malah ia dengan santai menyatakan bersyukur. Saya sendiri jadi penasaran. Karena itu saya langsung mewancarainya:

Saya:
Apa anda tidak takut dikecam oleh jutaan umat Islam dengan pernyataan anda?

Blogger sesat:
Tidak.

Saya:
Kenapa anda begitu yakin?

Blogger sesat:
Saya kan punya alasan.

Saya:
Oya, kalau boleh tahu apa alasan anda menyatakan begitu?

Blogger sesat:
Supaya umat Islam tidak menyembah Alquran.

Saya:
Waduh … maaf. Terus terang saya kaget mendengar pernyataan anda. Saya malah tambah bingung. Bisa anda jelaskan?

Blogger sesat:
Yang wajib disembah umat Islam itu hanya Tuhan. Bukan Nabi Muhammad. Bukan Agama dan juga bukan Alquran. Apalagi para ulama, kiay, ustad, tradisi beragama dan seterusnya.

Saya:
Lalu dimana letaknya umat Islam menyembah Alquran?

Blogger sesat:
Banyak umat Islam menjadikan Alquran itu hanya sebagai berhala.

Saya:
Waduh… maaf lagi. Ucapan anda mengagetkan saya. Maksudnya apa ya?

Blogger sesat:
Ya Alquran hanya dibaca, ditarok di atas lemari bahkan ada yang meletakkannya di loteng. Alasannya karena Alquran itu suci. Padahal yang suci itu hanya Tuhan. Jadi tinggi letaknya tidak boleh dikalahkan oleh yang lain. Kalau begitu kenapa tidak ditarok di atap rumah saja. Atau di atas antena TV.

Terus Alquran sudah dijadikan bahan perlombaan, seperti kontes. Itu lomba MTQ dimana nilai penghayatannya. Semua peserta sibuk latihan menyanyikan ayat-ayatnya. Hanya untuk meraih juara. Tapi lihat kehidupan mereka sehari-hari. Apakah mereka sudah mengamalkan isinya?

Saya:
(terdiam …)

Blogger sesat:
Terus Alquran juga dijadikan jimat untuk banyak hal. Apa mereka lupa bahwa yang mengabulkan segala permintaan mereka hanyalah Tuhan? Dan Alquran itu hanya sebuah kertas yang dicetak. Tidak bisa memberikan apa-apa ….

Saya:
Lho! Itukan firman Tuhan?

Blogger sesat:
Betul. Tapi firman itu bukan huruf zahir dari Alquran. Tapi adalah maknanya. Dan maknanya itu juga tidak ada artinya walaupun anda hafal. Firman itu ayat yang hidup. Anda kan ingat kata Aisyah. Kalau ingin tahu akhlak Rasulullah ya pahamilah makna Alquran. Artinya apa? Ayat alquran yang berupa huruf mati itu hidup dalam diri Rasulullah. Hidup dalam segala tingkah lakunya. Hidup dalam hatinya. Dalam segala sikap bathinnya. Dalam imannya.

Saya:
Hm … begitu ya. Jadi anda tidak marah Alquran dibakar umat lain?

Blogger sesat:
Untuk apa saya marah. Yang dibakar mereka itu kan kertas. Bukan firman Tuhan. Bukan keyakinan Islam. Bukan keyakinan siapa-siapa. Apakah keyakinan anda berubah setelah mereka membakar Alquran?

Saya:
Ya tidak. Tapi kita sebagai umat Islam kan jadi tersinggung. Jadi dilecehkan. Bukankah kita harus membela kehormatan Islam?

Blogger sesat:
Anda berteriak-teriak. Mengutuk melalui tulisan. Demo kemana-mana. Membakar gedung-gedung, dan sebagainya. Semua itu anda anggap pernyataan iman. Membela kehormatan Islam. Bagi saya itu bohong. Anda hanya membela nafsu amarah anda. Anda justru sedang bersekutu dengan setan. Anda sedang tergelincir.

Iman anda sudah terbang berganti dengan kesurupan.

Kalau anda membela kehormatan Islam, hidupkan keyakinan Islam itu dalam diri anda. Lalu amalkan dalam segala sikap bathin dan prilaku anda. Kemudian ajak orang lain melakukan hal yang sama. Maka barulah Islam itu benar-benar tegak dalam kehidupan.

Saya:
Artinya anda ingin mengatakan bahwa tidak masalah Alquran dibakar orang lain?

Blogger sesat:
Berapapun mereka mau membakar Alquran kita juga tidak bisa mencegahnya. Dan itu juga percuma. Dan sebaliknya kita pun juga bisa mencetaknya kembali berapa pun kita mau. Tapi kalau iman anda yang dibakarnya, siapa yang bisa menggantinya? Atau kalau iman anda kuat, siapa yang bisa membakarnya?

Saya:
Hmm …. Begitu ya.
Oya! Anda kan seorang blogger. Adakah hubungan antara iman dengan blogging?

Blogger sesat:
Kenapa cuma blogging. Seluruh aspek kehidupan ada hubungannya dengan iman Islam. Anda kan juga blogger. Bagaimana cara anda berinteraksi dengan pengunjung? Apa yang anda tulis pada blog anda? Bagaimana sikap dan sosok yang anda tampilkan lewat tulisan anda? Apakah anda merasa hebat, sok terhormat, sok rendah hati, sok suci atau anda munafik?

Semua itu kan penubuhan nilai-nilai Islam dalam sikap bathin dan prilaku anda. Anda mengaku tidak butuh pengunjung, tidak peduli apa ada yang membaca tulisan anda atau tidak, tidak butuh ranking alexa, tidak butuh google PR, tidak iri dengan presatsi blog lain. Tapi dalam hati anda bagaimana? Apa betul seperti yang anda katakan?

Saya:
(tertidur ….)




30 komentar:

Dearryk mengatakan...

Judulnya bener-bener bikin kaget. tapi, baru membacanya. akhirnya saya mengerti, menurut Pak Anas. Alquran itu hanya kertas, yang lebih penting adalah maknanya.

Tapi apakah bapak tidak merasa marah, dilecehkan, dihina atau tersinggung sedikit pun?

Tapi, kalau dipikir-pikir. benar juga... Tuhan itu lebih diatas tempatnya.

Erianto Anas mengatakan...

Sama sekali tidak mas Dearryk. Justru saya kasihan dengan orang yg membakar Alquran itu. Mereka dibakar oleh emosinya sendiri. Bagi saya itu contoh iman "kekanak-kanakan".

Bagi saya Iman itu tdk zahir. Tapi bathin.

Dan banar spt kamu tulis,
Tuhan itu diatas dari segalanya. Di atas dari agama. Apalagi dari kertas. Yang membakar dan yang tersinggung bagi saya sama saja: Penyembah berhala! Penyembah emosi.

Belantara Indonesia mengatakan...

kayaknya ini jika tersinggung dan marah ga bisa di jadikan penyembah berhala mas anas,karena walaupun Al quran dlm bentuk kertas, tetapi kala itu Al Quran di turunkan Allah Ta'alla langsung pada Rasululllah..Ya bentuknya spt itu (menurut Hadits dan sunatullah lho mas..heheheh) Jadi mengenal Allah swt antara lain lewat Al Quran, dimulai dari jaman Nabi dan para sahabat. Sholat pun dari Al Quran dan Hadits, Nah maksud saya yg newbie ini...byurrr......lebay...hahahaha..Al Quran adalah fatwa Allah Swt buat umatnya, dan tak ada penyembahan barang termasuk Al Quran bagi muslim, jika mensucikan dan menghormati semata krn Khalam Allah swt, seperti ketika bersujud di Baitullah,juga bukan menyembah batu. Jadi membakar dan menghina tulisan khalam Allah adlh menghina yg sulit di maafkan oleh manusia maupun oleh Allah Swt sendiri, ga bareng teman...woooo..edan...Rasanya memang hanya Allah yg pantas disembah dan disucikan, tetapi Kitab Allah swt juga pantas jadi simbol umatNya, dan akan marah ketika simbol dari Allah langsung, di rusak oleh yg tak tau ttg Islam. rasanya wajar jika marah, walau Islamnya belum taat...Bukankah Nabi pun tahu Allah Swt dan agama Allah dari Al Quran juga? dgn di bantu malaikatullah....sekian kultum pagi ini....alhamdulillah semoga tak menjadikan debat kayak Bola.crut kmaren...amin...lele

media pendidikan mengatakan...

salut sama blogger kayak ente mas, nyang alexanya 70.000an. Salam dari Media Pendidikan

PO STIK mengatakan...

Hmm, kalau soal "memberhalakan" kitab suci, rasanya itu bukan monopoli umat Islam saja, Pak. Kami yang Kristen juga banyak yang hanya menaruh Alkitabnya di meja, lemari, jadi bantal tidur, dll. tapi tidak mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh mengagumkan tulisan anda. Membuat orang jadi berkaca. Ijin share ya...?

Erianto Anas mengatakan...

* Belantara Indonesia:

Benar mas Adit. Alquran itu firman Tuhan yg diwahyukan ke Muhammad. Dan melalui Alquran itulah kita mengenal Islam. Betul. Tapi dalam PRAKTEKnya, hakikat Islam itu yg tdk tercermin pd umat. Kecuali hanya slogan dan teriak2. Tp iman dan kepribadiannya amburadul (terutama yg menulis tulisan ini). Semoga saja blogger sesat itu akan tobat di akhir zaman.

* Di zaman nabi belum ada Alquran mas Adit. yang ada baru Musyaf. Berupa lembaran2 dari bahan alam. Setelah Nabi baru dicetak, dan itulah yang dinamakan Alquran. Tapi ini bukan pendapat saya mas Adit. Tapi kata sejarah Islam.

* Dan sesama orang yang belum taat (saya dan mas Adit) tidak boleh saling membakar. Kecuali dg "bola lemah jantan" hhahaha... lele!

* media pendidikan:

Makasi atas kesalutan mas thd Alexa blog ini. Terhadap tulisannya tidak salut mas?

* PO STIK:

Iya benar mas. Hal ini memang terjadi pada setiap agama. Bahkan setahu saya, di kalangan Kristen,jangankan kitab suci, Yesus pun juga dijadikan berhala oleh sebagian mazhab Kristen, yg disetarakan dg Tuhan. Pdhal Yesus sendiri dg tegas menyatakan bhw dia tetap seorang manusia. Ya ... inilah problem dan ekspresi keberagamaan di tingkat akar rumput mas. Tuhan ditarik-tarik ke benda zahir. Padahal Tuhan Maha Suci dari segala yg kita bayangkan. Dari segala yang dibayangkan oleh semua umat beragama apapun.

Terima kasih atas apresiasinya mas. Silahkan dishare kamana saja ... Saya senang sekali.

Qta mengatakan...

Jujur saja ketika membaca judulnya, aku sama sekali tidak kaget, karena sedikit banyak aku telah mengenal sosok dan cara berfikir si bloger sesat, aku meraba-raba.. kemana kiblat... kemana madzhab.. dan kemana arah… dari judul tersebut diatas… ternyata dugaanku benar..

Yang Syerem sebenarnya cuma judulnya aja sama cara penyampaiannya, tapi sebagai seorang wanita, seandainya aku istri dari si bloger sesat, mungkin akan mengingatkan : “Pipi tolong judulnya diganti… bulu kuduk mimi merinding nih !” ganti dengan “Bagaimana cara memperlakukan Al Qur’an”

Tapi si pipi tidak mungkin mendengar perkataan istrinya begitu aja kan…, karena si pipi bandel dan punya tameng juga bertanggung jawab dengan apa yang dituliskannya..

Mungkin Cuma itu pesan dari mimi… hehe…

Muhammad Rizki Fadillah mengatakan...

saya mah nokomen aje, nggak berani ngomong soal agama

TriZ mengatakan...

saya setuju dengan pendapat mbak Qta...
tapi ngomomg2 si pipi punya mimi baru nih..
aku jadi jealous.. haha..

susnoduadji mengatakan...

Hahahahahaa.... Sekarang banyak orang Islam yg menyembah berhala... Sholat mereka dijadikan alat barter terhadap kepentingan dunia... Jika mereka sholat (dalam khayalnya Allah akan selalu membantunya), sholatnya mereka Adalah hamba waktu... Mereka hanya tunduk kepada yg kholiq pada waktu Dan jam tertentu, waktu subuh, dzuhur, ashar dll.

Sama halnya dengan quran... Mereka beramai2 membaca quran, sampai2 quran pun di selipkan dalam kantong celana... Tetapi tidak pernah memahami arti sesungguhnya malaham bangga bisa membaca dengan sempurna tetapi membaca ayat yg tersirat belum mampu...

Erianto Anas mengatakan...

* Qta:

Hmm ... Lama si pipi termenung membaca komentar si mimi. Usulan si mimi mmg benar. Dan pengakuan si mimi jg benar, bhw si pipi itu bandel. Krn kata si pipi ini dakwah lwt blogging. Kalau dg judul spt itu sulit meminta perhatian umat.Tp dg sedikit seram akhirnya byk yg klik ingin dengar ceramah. Dan si mimi bisa lihat tuh statistik jam segini sdh lbh 200. Blm pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah blogernas angka kunjungan melonjak segitu. Itu gara2 judulnya.

Tp pesan si mimi tetap disimpan oleh si pipi. Tp tdk di halaman posting. Tp di dasar hatinya.

* Muhammad Rizki Fadillah:

Oya mas... Tidak apa-apa mas. Baca-baca saja dulu. Saya sudah terlanjur nulis nih. Jadinya terpaksa jawab.

* TriZ :

Iya ngaku mbak ...

* susnoduadji:

Iya benar mas Susnoduadji. Banyak yang bisa bca Alquran dari depan, tp jarang yg bisa membaca dari belakang. Banyak yg hebat bisa membaca sbl menyanyikan ayat scr zahir, tapi membuang sisi bathinnya..

Izinkan saya bertanya mas susno:
Maaf ya. Mas Susno termasuk malaikat atau setan? Soalnya namanya tdk ada "wujudnya". (tdk ada linknya). Semoga saja mas Susno tersinggung dan mau datang lagi untuk menampar saya. Terima kasih mas.

babydays.co.cc mengatakan...

Edan tu orang..
emang sesat tu Gan!!!
semoga saja dia cepat sadar, Amin.

makasih Mas atas infonya. :)

Erianto Anas mengatakan...

Iya mas, semoga ia cepat tobat. Kalau tdk kita doakan saja agar ia masuk neraka...

Profil Kabupaten Wonosobo mengatakan...

wah..... blog favorit ku... semua post nya bikin gregetan...ckckckckck

Susnoduadji mengatakan...

Hahahaha... Saya bukan malaikat atau syetan... Sebab keduanya gak sebanding dengan saya... Saya bisa lebih malaikat daripada malaikat Dan bisa mebihi syetan bahkan iblis laknatullah sekalipun...

Tetapi semua tergantung apa yang Dia kehendaki... Karena KehendakNYA mutlak tanpa keraguan...

Hahahaha... Hati2 kang, anda simpan baik2 ilmu yg Allah anugerahkan... Karena rahasia tetap rahasia...

Salam takdzim...

Nb: jika mau bermuzakaroh kang mas tulis email mas... Insya Allah saya akan kirim salam lewat email...

RPraja mengatakan...

Hahahahaha, bener-bener Gila Blogger sesat ini ^_^

"om rame" mengatakan...

*iyah tuh bLogger sesat timpukin aja sob pake uLekan*

sebagai saLah seorang mahasiswa di fakuLtas ini tidak ada yg saya kagetkan sebeLum membaca isinya, juduL hanya sebuah peLantara saja dan makna ada di isi. jadi saya upayakan untuk seLaLu terkaget2 saat seteLah membaca isi sebuah tuLisan.
di tambah Lagi saya sudah memahami betuL karakter dari si bLogger sesat itu.

mengenai aL-quran, adaLah juga sebagai peLantara seperti sebuah juduL konten. sedangkan makna ada di isi, sehingga daLam memperLakukannya harus memahami isinya terLebih dahuLu. baruLah disimpuLkan, bahwa Tuhan yg sesungguhnya adaLah siapa dan sebagai perantaranya siapa.

Hatta Syamsuddin mengatakan...

saya tidak sepakat bahwa iman hanya masalah batin,karena iman juga harus dibuktikan dengan amal yang dhohir (kelihatan) .. misalnya, filsafat kejawen yang menyatakan gak perlu capek-capek sholat , yang penting 'eling' atau ingat.. selamanya hal ini tidak pernah diterima dalam madzhab ahli sunnah manapun.

agama kita tetap butuh simbol, syiar ..
kita perlu arah kiblat yang jelas, tidak semua orang sholat ke arah manapun dengan asumsi keyakinan masing-masing

tentang al-quran, syariat kita mengajarkan serangkaian adab/etika terhadap al-quran, yang paling sederhana misalnya dengan berwudhu saat menyentuh atau membacanya ..

dan adab tertinggi sebagaimana yang pak anas sampaikan, adalah dengan mengamalkan, bahkan mengajarkannya.

jadi, menurut saya pembakaran al-quran tetap saja sebuah kemungkaran dimana paling tidak hati kita tetap merasa bergolak, sebagai bukti masih ada iman yang tersisa ..

*meskipun secara jujur, kasus ini tetap mempunyai hikmah, yaitu kepedulian dan perasaan solidaritas kaum muslimin naik pada batas tertentu.

oya, saya juga punya tulisan khusus tentang kasus di atas
Sikap Muslim terhadap Rencana Pembakaran Al-Quran

Belantara Indonesia mengatakan...

ganti topikk......akan banyak mudharatnya jika nanti akan menjadi debat dgn pandangan masing2.....kembali ke lele.....

Belantara Indonesia mengatakan...

wah ada yg sanggup melebihi malaikat, malaikat jelaslah tangan dan kepanjangan Allah, diciptakan Allah dgn segala kesempurnaan melebihi mahluk lain ciptaanNya termasuk manusia.

Sdr Susnoduadji: Saya bukan malaikat atau syetan... Sebab keduanya gak sebanding dengan saya... Saya bisa lebih malaikat daripada malaikat Dan bisa mebihi syetan bahkan iblis laknatullah sekalipun...<--- yakin bisa melebihi malaikatullah?

Belantara Indonesia mengatakan...

Kritik dan saran mas anas Blogernas (semoga boleh). Lebih baik tak membuat judul dan konten artikel yg bisa memancing pembaca dalam soal agama dan Allah Swt. Apalagi judul yg bertujuan menarik pembaca tetapi kontraproduktif dan bisa menimbulkan debat soal agama Allah. Kadang nantinya akan menjadi bahan orang lain yg di luar Islam memancing kerusuhan karena judul yg tak segaris dgn isi artikel...Bukankah tak menjadi ilmu ketika membuat keramaian dgn harapan banyak pembaca berkontroversi?. Maaf lho mas anas, terkadang memang harus mengkritik sesuai konteks dan relevan tentunya. lanjut.....lele

Erianto Anas mengatakan...

* Profil Kabupaten Wonosobo:

Oya terima kasih mas.. kok baru menampakkan diri mas? Bergabunglah dalam diskusi mas..

* Susnoduadji :

hahaha .... menarik komentarnya mas. Semoga mas tidak menjadi malaikat dan tidak menjadi setan. Tapi tetap menjadi manusia...

Ini email saya mas: ernasblok@gmail.com

* RPraja:

Ya mas. Karena itu marilah kita sama-sama mengutuknya.

* "om rame":

Hmm ... bijak sekali komentarmu om. Memang itu yg masih langka dan menjadi barang mahal dalam tradisi blogging kita: "Memahami dulu sebelum menilai"

Terima kasih Om!

* Hatta Syamsuddin:

Hm ... saya bisa memahami dan memaklumi semua yang Pak Hatta tulis. Walaupun pada akhirnya setiap kita akan menghayati dan mengekspresikan rasa kecintaan beragama itu dg cara yg berbeda.

Termasuk apa sikap yg kita pilih soal pembakaran Alquran. Dan sikap itu, sebenarnya menggambarkan bagaimana model penghayatan seseorang thd Islamnya. Dan saya menghargai pendapat Pak Hatta yg menyatkan pembakran Alquran itu suatu kemungkaran.

Tp bagi saya tindakan pembakaran itu blm pantas dilabeli dg kategori agama. Masih sangat jauh levelnya di bwah. Saya menilainya baru sbg ungkapan kekanak-kanakan. Ia sebenarnya marah pd dirinya sendiri, yg blm nberhasil memahami kitab suci dg cerdas.

Oya Pak Hatta, tulisannya sdh saya baca dan saya komentari. IZinkan juga saya tampilkan disini. Siapa tahu ada yg tertarik:

"Hmm ... menarik Pak Hatta. Tapi secara pribadi, pengahayatan saya lbih berpihak pada paragraf terakhir. Mungkin krn konsen saya dlm beragama lebh cendrung ke sisi bathin dari pada ke sisi zahir. Bukan berarti ingin lari dari tuntutan alam nyata. Tp utk meneguhkan penghayatan agr tdk tercemar oleh tindakan ngaur dg label cinta agama. Padahal di dalam hati mungkin yg bersemayam hanya sebuah huru-hara spt kampanye yg tdk ada sangkut pautnya dg iman. Itu yg saya takutkan Pak".

* Belantara Indonesia:

Hmm .. benar juga mas Adit. Walapun sebenarnya tujuan saya juga ingin tahu, spt apa pengunjung memahami hal ini. Dan dibalik itu tentu saya dan kita semua juga bisa saling berbagi penghayatan dalam beragama. Seperti ada hikmah tertentu yg saya petik dari semua komentar mas Adit di halaman ini...

Makasi mas Adit sarannya... lele

Ayub Adiputra mengatakan...

wah...Pak Anas. saya kaget benar. sebenarnya saya ingin marah Pak jujur. tapi setelah saya pikir-pikir saya saja tidak pernah sholat dan puasa saja bolong-bolong. yang ada di otak saya, "Kapan ea perang jihad? lumayan tuh masuk surga dengan syahid." padahal tidak terhitung jumlah dosa karena secra tersirat saya banyak mengingkari perintah dalam Al Qur'an dan melakukan banyak larangan. dan setelah saya baca pendapat Pak Anas kepada mas Adit di atas saya mencoba mencari celah kelemahan komentar Bapak apakah benar dulu Al Qur'an itu berbentuk musyaf, maklum saya lemah terhadap pendidikan Agama walua nama islami. dan ternyata benar, sebenarnya itu juga ditulis dalam daun dan pelepah karena banyak sahabat penghafal yang meninggal di medan perang. begitulah yang saya tangkap dari buku kisah rasul adik saya.

dalam hati saya tetap marah Pak dengan pembakaran Al Quran. kalau saya punya daya akan saya hancurkan 2 orang itu. walaupun hanya kumpulan kertas dan jarang dibaca saya tetap hargai dan hormati Al Quran karena itu juga sebagai bukti kalau itulah kitab yang berisi tentang ajaran hingga akhir jaman. itulah yang saya kutip dari sejarah pembukuan Al Quran yang baru saja saya baca. tapi apa daya saya sendiri tidak punya kekuatan dan uang buat terbang ke Amerika. mungkin kalau pelakunya tetangga saya tidak tahu apa kasusnya nanti saya masuk koran...hahag...ea tapi dengan begitu saya jadi tahu seberapa dekat kita akan menuju akhir jaman. sehingga bukti-bukti dalam buku akhir zaman yang pernah saya baca mulai terbukti dan tinggal menunggu seruan Imam Mahdi dan semakin taat untuk berlindung dari Dajjal. tapi sayang hati saya masih kaku buat melakukannya.

dan saya setuju Pak dengan pendapat mas Adit hendaknya maslah Agam jangan dibawa ke postingan kontroversi karena sudah ada blog dan situs lain yang menyebarkannya...loh...maksud saya tidak menimbulkan huru hara di universitas. tapi saya sudah ambil intinya artikel ini dan saya terima dengan baik...hehe...semoga Bapak bisa menerima pendapat saya dan teman-teman.

Ayub Adiputra mengatakan...

ini ada perdebatan atau tidak ya Pak? sepertinya semua berbeda pendapat tapi tetap dalam koridor dan tidak timbul perpecahan. ada yang setuju dan ada yang tidak. tapi kog itu ada malaikat dan setan. wah...dari mana awalnya kog tahu-tahu komentar seperti itu? hemmm...dan saya kira seperti yang mas Adit bilang tidak ada yang bisa melebihi malaikat yang tidak punya nafsu. bahkan Rasul yang mulia juga punya salah. dan tentu saja manusia punya nafsu makan, main, ngerumpi dan sebagainya. berbeda dengan malaikat yang tidak tidur dan selalu menengkap perintah Allah. begitu pendapat saya Pak Susno.

Belantara Indonesia mengatakan...

orang yang bijak dan tak cetek dlm ilmu adlh yg bisa menerima kritik dan saran dgn bijak juga dan tanpa emosi yg merusak raga apalagi hati. Bisa di contoh dalam hal ini dari Beliau Erianto Anas,SBM ( Sarjana Blog Master)...hahahha...makasih mas lho...lele

Erianto Anas mengatakan...

Hmm ... menarik juga pengalamanmu soal memahami sejarah pembukuan Alquran mas Ayub. Sebenarnya ini topik yang paling polemis dlm kajian Islam. Tapi saya blm mau gubris lbh dalam. Saya ingin lihat respon pengunjung selayang pandang dulu. Kemana arah yang paling dominan.

Benar Alquran rujukan utama kita. Tp untuk mengetahui sejarah, makna dan sbgnya ttg Islam kita butuh rujukan tambahan. Mmg ada hadist. Tp itu juga blm cukup. Akhirnya ditambah lagi dg pendapat ulama dan buku. Tp ternyata menentukan mana rujukan yg paling meyakinkan itu juga satu persolan yg tdk mudah. Dari cara seseorang berpendapat ttg Islam dan Alquran, spt para komentator di sini, itu sdh tergambar corak (mazhab) rujukan yg digunakannya.

Tp saya blm mau sentuh sampai sejauh itu. Krn blogernas bkn konten khusus agama.

Sebenarnya apa yg terbaca pada semua komentar ini sdh terjadi perbedaan pandangan, bahkan ada yg tajam. Tp kebetulan yg masuk rata-rata mmg yg suka "berpikir" dan berdiskusi. Jd relatif sdh tau aturan main. Pd hal topiknya jauh lbh mendebarkan.

Dan saya jg sengaja meluncurkan tulisan spt ini. Ternyata byk muncul pendatang baru, yg kemampuan diskusinya ada yg lbh canggih dari komunitas kita. Mereka lbh kaya argumentasi dg nyaris tanpa emosi. Tp kalau komunitas blogger blogging spt kita, masih byk yg tabu dg diskusi dan berdebat. Ini yg saya lihat.

Terus soal setan dan malaikat di atas, antara mas Adit dan mas Susno itu, bagi saya itu masalah kiasan saja. Masalah metaforis. Hanya saja cara pandang mas Adit dlm menilainya agak literal (harfiah). Tp dua-duanya tdk bisa diberi penilaian salah benar. Krn itu tergantung pd model penafsiran yg mereka gunakan. Klasik atau modern. Tradisonal atau modernis. Ahlu sunnah (salafai) atau tajdid. Dst.

Belantara Indonesia mengatakan...

nah jika masih ttg agama dan lain2, bikinlah ttg penusukan jemaat HKBP..tentu berkoridor blogger mas....sapa tau bagus dan tentunya menimbulkan kesan tak hanya Islam yg jadi topik....hayoooo.........ehehhee..lele

Erianto Anas mengatakan...

haha ... dikasi tantangan mas Adit. Menarik sebenarnya. Cuma jangan-jangan nanti blogernas sudah berubah dari konten blogging menjadi UIN jurusan Perbanndigan Agama hahaha...lele.

Belantara Indonesia mengatakan...

hhahahhahahahahahahahaahhhahahaahha...ngakak aku...::Cuma jangan-jangan nanti blogernas sudah berubah dari konten blogging menjadi UIN jurusan Perbanndigan Agama hahaha...lele. <--- ini yg bikin aku ngakak mas.....mas......

Assaif mengatakan...

Terlalu Individualis dan norak...
Pertanyaan 'polos' yang terlalu dibuat-buat...
Tendensius dan bicara seenaknya...
Sangat jauh, bahkan tidak ilmiyah sama sekali...
Hanya menjual logika tolol yg melebihi anak TK...

Satu yg mau saya tanyakan...
Saya boleh tidak memotong tangan anda...???

Loh, kenapa gak boleh...?? Tangan anda kan bukan anda...???
Kalau kaki anda...??
Hmmm..., gak boleh juga..??

Yang penting kan saya tidak memenggal leher anda...???

Mau....?????????

Ya enggak lah...!!!!!!

Kenapa gak mau? Padahal tanpa 'benda' itu anda masih bisa hidup...



Read more: Alquran Dibakar? Syukur! - blogernas http://www.blogernas.co.cc/2010/09/alquran-dibakar-syukur.html#ixzz0zwQ5pLeI
Your Ad Here